Sabtu, 27 Maret 2010

GEDUNG / RUANG /PERALATAN / FASILITAS
Gedung atau ruang perpustakaan merupakan tempat khusus yang dirancang sesuai dengan fungsi perpustakaan sehingga berbeda dengan perancangan gedung atau ruang perkantoran umum. Untuk itu dalam merencanakan gedung atau ruangan sebaiknya meibatkan pengelola perpustakaan. Letak gedung atau ruang sebaiknya di lokasi yang strategis dan aksesebel (mudah dijangkau alat transportasi umum).
Bab IX pasal 38 UU No. 43 tahun 2007 menyebutkan bahwa :
(1) Setiap penyelenggara perpustakaan menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan standar nasional perpustakaan.
(2) Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Agar dapat memberikan layanan yang optimal, nyaman dan menyenangkan, maka fasilitas peralatan komunikasi, teknologi informasi serta pemberian rambu-rambu perpustakaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan pengembangan layanan Fasilitas perpustakaan harus dengan perencanaan yang matang; menyediakan jaminan dan ruang yang cukup, suasana yang kondusif untuk belajar dan riset dengan kondisi lingkungan yang cocok untuk pelayanan perpustakaan, anggota, sumber, dan berbagai koleksi, sehingga perlengkapan perpustakaan haruslah memadai dan fungsional.
DESAIN RUANG PERPUSTAKAAN
kenyamanan ruang bagi pengguna perpustakaan mempakan hal yang sangat. menunjang kegiatan membaca maupun kegiatan yang lainnya. Untuk itu, pustakawan atau pengelola perpustakaan berkewajiban mendesain ruang perpustakaan senyaman dan sesehat mungkin. Pengetahuan dan pemahaman mengenai ruang menjadi penting bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan agar mereka mampu menarik pengunjung sebanyak mungkin dan membuat mereka betah berlama-lama berada di perpustakaan. Saat ini, beberapa perpustakaan umum yang ada di daerah maupun perguruan tinggi masih belum memenuhi persyaratan desain mang
yang 'layak'.
Menurut Neufert, ada 2 sistem akses perpustakaan yaitu :
1. Sistem akses terbuka, yaitu sistem yang menerapkan penyimpanan buku secara 'tumpukan terbuka' dilengkapi dengan ruang baca di dekatnya dan bukan diantara rak-rak. Bentuk ini banyak dijumpai di Amerika Serikat


2. Sistem akses tertutup, yaitu sistem yang menerapkan penyimpanan buku di ruang tertutup
sehingga pengguna tidak dapat mengambil buku sendiri melainkan hams dibantu oleh petugas. Judul buku yang diinginkan dapat dicari melalui katalog yang tersedia.


Pada sistem akses tertutup biasanya perpustakaan memberi penyekat kaca atau partisi untuk membatasi ruang baca dengan tempat penyimpanan koleksi (stack) perpustakan. Penggunaan penyekat kaca antara stack dengan ruang baca, menurut seorang arsitek bernama Mis Vander Rohe merupakan wujud dari konsep transparansi, yaitu bidang pembatas yang digunakan bukan lagi dinding melainkan dengan kaca. Ada 3 tipe dasar pola ruang berdasarkan dinding pembatasnya menurut Edward Hall dalam Laurens (2004: 194) yaitu:
1. Ruang berbatas tetap f i~ed~featursep ace) Ruang berbatas tetap dilingkupi oleh pembatas
yang relatif tetap dan tidak mudah digeser, seperti dinding masif, jendela, pintu atau lantai.
2. Ruang berbatas semi tetap (~emzjixed~featurespace)Adalah ruang yang pembatasnya bisa berpindah. Ruang-ruang yang dibatasi oleh partisi yang dapat dipindahkan ketika dibutuhkan setting yangberbeda.
3. Ruang informal. Adalah ruang yang berbentuk hanya untuk waktu singkat, seperti ruang yang berbentuk ketika dua atau lebih orang berkumpul.

Perpustakaan adalah tempat yang sangat penting dalam suatu institusi pendidikan karena merupakan sumber informasi pengetahuan yang signifikan. Perpustakaan juga dapat dikatakan sebagai jantung pendidikan karena di perpustakaan terdapat banyak pengunjung, baik oleh anggota komunitas lembaga pendidikan tersebut maupun pihak yang berkepentingan. Karena perpustakaan berhubungan dengan masyarakat luas maka sebuah perpustakaan harus didesain dan dirancang dengan matang agar memciptakan suatu lokasi yang nyaman dan aman bagi setiap pengunjung. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kenyamanan suatu lokasi yaitu bentuk dan ukuran ruangan, warna dominan ruangan, penempatan obyek-obyek dalam ruangan, dan yang tak kalah pentingnya adalah sirkulasi udara dalam ruangan tersebut. Dari beberapa faktor kenyamanan yang disebutkan di atas, faktor terakhir akan dianalisis secara detail pada pembahasan selanjutnya. Kenyamanan suatu lokasi sangat penting untuk ditinjau karena dengan kondisi lingkungan yang sejuk dan nyaman mampu memberikan inspirasi-inspirasi baru bagi pengunjungnya. Faktor kenyamanan suatu lokasi yang akan dianalisis mencakup analisis thermal, suhu dan laju kenaikan kapasitas kalor, serta laju pendinginan. Alasan pemilihan lokasi Perpustakaan Unit II Universitas Gadjah Mada Yogyakarta karena menurut peneliti kondisi perpustakaan ini masih jauh dari kondisi standar kenyamanan thermal. Argumen ini diperkuat oleh pendapat beberapa pengunjung dan pengurus perpustakaan yang mengatakan bahwa keadaan perpustakaan “sumpek” dan sedikit pengab sehingga cukup mengganggu pengunjung
di dalamnya.

Ruang perpustakaan
Ruangan perpustakaan adalah tempat dijalankannya fungsi-fungsi perpustakaan. Untuk perpustakaan masjid, ruangan perpustakaan sebaiknya berada satu bangunan dengan masjid. Kalaupun terpisah, setidaknya masih dalam satu kompleks. Tujuannya adalah, agar civitas kampus menjadi dekat dengan masjid dan terbiasa mengunjungi masjid serta beraktivitas (dengan aktivitas yang positif) di lingkungan masjid.
Ruang perpustakaan harus bisa memberikan rasa nyaman pada pengunjungnya. Baik itu nyaman secara fisik maupun secara psikis. Perasaan nyaman secara fisik bisa dilakukan dengan pengaturan ruangan yang baik.
Pengaturan sirkulasi udara yang menjaga suhu udara ideal dan pengaturan cahaya yang baik. Untuk mendapatkan kedua hal ini bisa dibantu dengan kipas angin atau AC dan lampu penerang yang baik. Juga bisa diatur secara alami dengan mencari lokasi yang cocok. Kesejukan alami dan penerangan alami selain lebih terasa nyaman juga membantu menghemat energi.
Menjaga kebersihan dan kerapihan ruanganpengaturan tata letak rak buku dan meja yang memudahkan aktivitas pengunjung juga bisa membantu menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung.
Secara psikis, rasa nyaman bisa diciptakan dengan menghadirkan pelayanan yang ramah, cepat tanggap, dan koorporatif.
Selain untuk kenyamanan pengunjung, ruang perpustakaan juga harus bisa menjadi tempat penyimpanan yang baik bagi koleksi buku yang ada.
Suhu dan kelembaban harus dijaga. Ruangan yang terlalu lembab bisa menyebabkan buku berjamur.
Cahaya matahari yang langsung mengenai buku bisa mempercepat kerusakan kertas buku.
Buku-buku harus selalu dibersihkan dari debu-debu.
Gunakan kamper atau sejenisnya untuk menjaga buku dari serangan rayap dan kutu buku.
Dengan menghadirkan suasana ruangan yang baik, akan membantu para pengunjung berkonsentrasi menyerap isi bacaan, menjadikan mereka lebih betah di perpustakaan yang akhirnya menimbulkan rasa senang untuk selalu datang ke perpustakaan.
Desain Gedung Dan Perlengkapan Perpustakaan
Pertimbangan untuk gedung perpustakaan:
Lokasi
Kebutuhan ruang
Tata ruang
Kenyamanan
Jumlah pengguna (jiwa)
Jumlah koleksi
Jenis dan macam layanan/ jasa yang diberikan

10 syarat gedung perpustakaan:
Flexible; ruangan, suhu, penerangan, dll dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dapat dipinda-pindah dengan mudah bila diperlukan
Accessible; mudah dijangkau baik dari luar maupun dari pintu masuk
Compact; artinya mudah untuk mobilitas (perpindahan) pembaca, staf ataupun koleksi
Extendible; artinya dapat diperluas untuk keperluan yang akan dating tanpa banyak perubahan/gangguan (tidak membongkar yang sudah ada)
Varied; dapat menyediakan berbagai ruangan untuk berbagai koleksi dan berbagai jenis layanan
Organized; diatur dengan baik, sehingga memudahkan akses
Comfortable; menyenangkan, suasananya nyaman, tenang, dll.
Constant in Environment; memiliki temperature yang tetap sebagai upaya melindungi koleksi
Secure; aman dari segala gangguan
Economic; dapat dibangun dan dipelihara dengan biaya yang seekonomis mungkin Penggunaan ruang

Penggunaan ruang perpustakaan diatur dengan ketentuan sbb:
Ruang koleksi : 25%
Ruang baca : 45%
Ruang staf : 20%
Keperluan lain : 10%
Hal-hal uang penting
Penerangan; sedapat mungkin, pada siang hari tidak mendapat cahaya matahari langsung, tetapi ruangan cukup terang. Lampu yang digunakan sebaiknya lampu neon
System penyejukan (terutama untuk koleksi AV= 25 derajat celcius)
Saluran air; jangan sampai menyebabkan kelembapan
Antisipasi terhadap berbagai gangguan keamanan:
Kebakaran: sebaiknya tersedia alat pemadam kebakaran dan instalasi listrik perlu diperhatikan
Air: memilih lokasi yang bebas banjir, dan terhindar dari perembasan air tanah
Hama: konstruksi dan bahan bangunan teutama pada atap hendaknya tidak memberi peluang bagi berkembang biaknya hama
Angin dan gempa bumi: berhubungan dengan konstruksi yang perlu dipertimbangkan
Petir: system penangkal petir harus dipasang
Perlengkapan perpustakaan
Rak untuk koleksi: rak buku, rak majalah, rak bahan AV, dll.
Meja dan kursi baca
Meja dan kursi petugas
Laci atau computer catalog
Tempat penitipan tas
Perlengkapan kerja: mesin tik, computer, dll.

Desain ruang dan perabot
Ruang perpustakaan dan semua perlengkapanya harus diatur sedemikian rupa sehingga terciptanya perpustakaan yang nyaman dan aman juga menyenangkan
Ruang perpustakaan harus didesain dengan prinsip harmonis, estetis dan ekonomis


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar